Purbaya Tinjau D-8 Halal Expo 2026, Dorong UMKM Halal Go…
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau D-8 Halal Expo 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem industri halal nasional. D-8 Halal Expo menjadi wadah promosi, perdagangan, dan kolaborasi yang diharapkan membuka peluang baru bagi pelaku usaha, terutama UMKM, untuk menembus pasar internasional.

Pemerintah menargetkan penguatan kerja sama ekonomi syariah dengan negara-negara anggota Developing-8 (D-8) untuk meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di panggung global. Menkeu Purbaya menekankan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan untuk mengoptimalkan potensi tersebut melalui penyelenggaraan expo ini.
Peran D-8 Halal Expo 2026 sebagai ajang internasional
D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 diposisikan sebagai platform lintas negara untuk mempertemukan pemasok, pembeli, dan pelaku industri halal. Penyelenggaraan ini menjadi momentum untuk mempromosikan produk-produk halal Indonesia sekaligus memperkuat jejaring bisnis dengan negara-negara D-8. Kegiatan pameran seperti ini diharapkan memfasilitasi transaksi dagang, alih teknologi, dan pembentukan kemitraan strategis antar pelaku industri.
Dorongan bagi UMKM halal menembus pasar luar negeri
Salah satu fokus utama yang disampaikan oleh pemerintah adalah pemberdayaan UMKM halal. Eksposur pada D-8 Halal Expo memberi UMKM kesempatan menunjukkan kualitas produk, mendapatkan akses ke buyer internasional, dan memahami standar serta preferensi pasar luar negeri. Pemerintah mendorong agar dukungan kebijakan dan fasilitas pendukung semakin diarahkan pada upaya mempercepat akses pasar bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Dengan memperkuat rantai nilai dan memastikan kriteria sertifikasi terpenuhi, UMKM diharapkan dapat meningkatkan daya saing produknya. Selain itu, kolaborasi dengan pelaku industri dari negara anggota D-8 dapat membuka jalur distribusi baru yang lebih luas bagi produk halal Indonesia.
Perluasan kerja sama ekonomi syariah antar negara D-8
Pemerintah melihat kerja sama ekonomi syariah antar negara anggota Developing-8 sebagai elemen penting dalam strategi memperluas pangsa pasar. Melalui forum seperti D-8 Halal Expo, dialog dan negosiasi bisnis dapat berlangsung intensif sehingga tercipta peluang kerja sama multisektoral, termasuk perdagangan, investasi, dan standardisasi produk halal. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi produk Indonesia, tetapi juga menguatkan ekosistem industri halal yang berkelanjutan.
Penyelenggaraan expo juga memberi ruang bagi pemangku kepentingan untuk membahas tantangan bersama, seperti akses pembiayaan, sertifikasi internasional, dan regulasi yang mendukung perdagangan lintas batas. Dengan koordinasi yang lebih baik, pemerintah berharap kebijakan dan program pendukung dapat dirancang lebih efektif untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha.
Menkeu Purbaya menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut sejalan dengan upaya memperkuat fondasi industri halal nasional dan membuka peluang ekspansi ke pasar global. D-8 Halal Expo 2026 dipandang sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk meningkatkan kontribusi sektor halal terhadap perekonomian dan memberdayakan pelaku usaha, terutama UMKM, agar lebih siap bersaing di tingkat internasional.
