Ketua MPR Gemakan Islam Toleran di Uzbekistan
Pada Selasa, 30 Juni 2026, Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama delegasi MPR RI dan para ulama Indonesia mengunjungi Kompleks Museum Islamic Center Uzbekistan di Tashkent. Dalam pertemuan tersebut Muzani menggemakan pentingnya Islam toleran sebagai bagian dari dialog gama dan kerja sama antar-institusi.

Di hadapan Grand Mufti Uzbekistan, Syekh Nuriddin Khaliqnazarov, Muzani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Uzbekistan, Parlemen Uzbekistan, MPR Uzbekistan, serta kepada Grand Mufti yang telah menyambut hangat delegasi Indonesia. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana diplomasi keagamaan yang menekankan nilai persahabatan dan saling pengertian.
Pertemuan dan delegasi
Rombongan yang dipimpin Ketua MPR RI terdiri dari anggota MPR serta sejumlah ulama Indonesia. Pertemuan berlangsung di kompleks yang menjadi pusat kegiatan keagamaan di ibu kota Uzbekistan, tempat yang sering digunakan untuk dialog antar-ulama dan kegiatan kebudayaan Islam. Sesi ini menjadi salah satu agenda kunjungan delegasi Indonesia ke Tashkent.
Pesan tentang Islam toleran
Dalam pertemuan itu, Muzani menegaskan pentingnya nilai-nilai toleransi dalam praktik keagamaan. Pesan tentang Islam toleran menjadi inti dari pernyataan yang disampaikan selama dialog, sejalan dengan upaya memperkuat hubungan antar komunitas beragama dan institusi legislatif kedua negara. Suasana pertemuan menggambarkan adanya kesepakatan untuk saling menghormati perbedaan dan membangun kerja sama yang konstruktif.
Apresiasi dan sambutan hangat
Muzani secara khusus menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh pihak Uzbekistan, termasuk pejabat parlemen dan lembaga keagamaan setempat. Sambutan tersebut mencerminkan niat baik kedua belah pihak untuk menjaga komunikasi dan memperdalam kerja sama di bidang keagamaan dan kebudayaan.
Pertemuan delegasi MPR RI dan Grand Mufti Uzbekistan juga menjadi momen bertukarnya pandangan ulama dari kedua negara. Diskusi semacam ini dinilai penting untuk memperkuat ikatan antar-komunitas Muslim yang beragam, sekaligus membuka ruang dialog yang lebih luas di tingkat antar-institusi.
Kunjungan ini terjadi di tengah upaya memperluas relasi bilateral pada berbagai bidang, termasuk bidang keagamaan dan kebudayaan. Dialog yang menekankan Islam toleran diharapkan dapat menjadi pijakan untuk kegiatan lanjutan yang memperkuat saling pengertian Indonesia dan Uzbekistan.
Delegasi MPR RI meninggalkan Tashkent setelah pertemuan dengan harapan hubungan persahabatan yang telah terjalin dapat terus dipertahankan dan dikembangkan, baik melalui kunjungan balasan maupun program-program kerja sama yang melibatkan parlemen dan komunitas keagamaan dari kedua negara.
