Destinasi AlamDestinasi ReligiPanduan Wisata

Wisata Religi Indonesia Timur: 10 Destinasi Penuh Sejarah

Wisata Religi Indonesia Timur menawarkan pengalaman spiritual dan budaya yang kaya, ideal untuk libur Idul Fitri atau perjalanan keluarga. Dari masjid bersejarah hingga patung Yesus tertinggi, destinasi ini memadukan sejarah dan arsitektur unik. Oleh karena itu, artikel ini mengulas 10 tempat wisata religi di Indonesia Timur yang wajib Anda kunjungi untuk merasakan kedalaman spiritual dan keindahan budaya.

Masjid 99 Kubah Makassar

Masjid 99 Kubah di kawasan Centre Point of Indonesia, Makassar, berdiri di Jalan Penghibur No. 289, Losari. Nama “99 Kubah” terinspirasi dari Asmaul Husna, dengan 99 kubah warna-warni yang memukau. Arsitek Ridwan Kamil, bersama Musrif, merancang masjid ini dengan biaya Rp185 miliar. Dengan demikian, masjid ini menjadi ikon Wisata Religi Indonesia Timur dan terbesar di Sulawesi.

Masjid Tua Gantarang di Selayar

Masjid Tua Gantarang Lalang Bata, di Dusun Gantarang, Selayar, adalah masjid tertua di Sulawesi Selatan. Berdiri pada abad ke-16 di masa Sultan Pangali Patta Raja, masjid ini menjadi saksi penyebaran Islam oleh Datu Ribandang. Oleh karena itu, masjid ini menarik peziarah dan wisatawan yang ingin menjelajahi sejarah Islam.

Masjid Tua Katangka di Gowa

Raja Gowa ke-14, I Mangngarangi Daeng Manrabbia, mendirikan Masjid Tua Katangka pada 1603 di Somba Opu, Gowa. Masjid ini memadukan ornamen Arab, Makassar, dan Tiongkok, dengan mimbar bergaya kelenteng. Selain itu, pohon Katangka menginspirasi pembangunannya. Dengan demikian, masjid ini menjadi destinasi Wisata Religi Indonesia Timur yang kaya sejarah.

Masjid Agung Syekh Yusuf di Gowa

Masjid Agung Syekh Yusuf, di Sungguminasa, Gowa, berdiri pada 1679 atas inisiatif Raja Gowa ke-19. Berjarak 15-30 menit dari Makassar, masjid ini menghormati ulama Syekh Yusuf. Oleh karena itu, lokasinya yang strategis menjadikannya favorit wisatawan religi.

Patung Yesus Memberkati di Tana Toraja

Patung Yesus Memberkati di Gunung Buntu Burake, Tana Toraja, setinggi 45 meter, merupakan patung Yesus tertinggi di dunia. Berdiri pada ketinggian 1.700 mdpl, patung ini menawarkan panorama Makale dan perbukitan hijau. Dengan demikian, tempat ini ideal untuk refleksi spiritual dan wisata alam.

Masjid Raya Hubbul Wathan di Mataram

Islamic Center di Mataram, NTB, diresmikan pada 2013 di lahan 7,76 hektare. Menara setinggi 99 meter melambangkan Asmaul Husna, dan kubahnya menampilkan motif Batik Sasambo. Oleh karena itu, masjid ini mencerminkan keberagaman budaya Sasak, Samawa, dan Mbojo, menjadikannya pusat Wisata Religi Indonesia Timur.

Makam Loang Baloq di Lombok

Makam Loang Baloq di Lombok, dinamakan dari pohon beringin berlubang, menyimpan makam ulama Syekh Gaus Abdurrazak. Pendakwah dari Baghdad ini menyebarkan Islam di Ampenan abad ke-16. Selain itu, makam Anak Yatim dan Datuk Laut menambah nilai spiritualnya. Dengan demikian, tempat ini menarik peziarah.

Masjid Kuno Bayan Beleq di Lombok Utara

Masjid Bayan Beleq, berusia sekitar 500 tahun, berdiri di Lombok Utara. Syekh Gaus Abdul Razak mendirikannya pada abad ke-16. Masjid ini hanya digunakan untuk perayaan besar seperti Idul Fitri dan Maulid Nabi. Oleh karena itu, keunikan fungsinya menarik wisatawan religi.

Masjid Kesultanan Ternate di Maluku Utara

Masjid Sultan Ternate, di Jalan Sultan Khairun, Ternate, mencerminkan sejarah Kesultanan Islam pertama di Nusantara Timur. Dibangun dengan batu dan perekat kulit kayu kalumpang, masjid ini memiliki atap limasan bertingkat. Dengan demikian, arsitekturnya menyerupai masjid awal Jawa, menambah daya tariknya.

Gereja Tua Soya di Ambon

Gereja Tua Soya di Negeri Soya, Ambon, berkembang sejak 1876 di bawah Raja Stephanus Jacob Rehatta. Pada 1927, Raja Leonard Lodwijk Rehatta membangun gereja permanen dengan desain serupa gereja Ambon 1781. Oleh karena itu, gereja ini menjadi destinasi Wisata Religi Indonesia Timur yang kaya sejarah.

Tips Mengunjungi Wisata Religi Indonesia Timur

Untuk pengalaman terbaik, ikuti tips berikut:

  • Hormati Adat: Kenakan pakaian sopan di masjid dan gereja.
  • Pelajari Sejarah: Baca informasi situs sebelum berkunjung.
  • Kunjungi Saat Festival: Hadiri perayaan seperti Idul Fitri atau Natal.
  • Jaga Kebersihan: Buang sampah pada tempatnya untuk melestarikan situs.