Kahrudin Yunus: Ekonomi Bersamaisme

Rahmatullah.id – Kahrudin Yunus dalam memperkenalkan ekonomi Islam sejak tahun 50-an menggunakan paradigma Bersamaisme.

Bersamaisme ini memiliki arti “difahamkan oleh bersama, dikerjakan oleh bersama, dan dinikmati buahnya oleh bersama”.

Paradigma ini lahir untuk mengetengahi pemikiran kapitalisme dan sosialisme pada masa itu.

Ditahun 60-an kemudian lahir pemikiran Iqtishaduna yang di cetuskan oleh Muhammad Baqir As-Sadr.

Pemikiran ini juga untuk mengetengahi pemikiran kapitalisme dan sosialisme pada masa itu.

Inilah sebenar-benarnya pemikiran, oleh karena umat Islam disebut dalam Al-Quran sebagai ummatan washatan/umat pertengahan.

“Dan demikian Kami telah menjadikan kamu, ummatan wasathan agar kamu menjadi syuhada terhadap/buat manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi syahid terhadap/buat kamu.” (Q.S Al-Baqarah: 143)

Wallahu a’lam