Menbud Buka Festival Liangkobori IV, Ajak Lindungi Warisan…
Menteri Fadli Zon membuka Festival Liangkobori IV yang digelar di Muna, menegaskan pentingnya upaya pelindungan terhadap warisan prasejarah setempat. Festival ini menjadi momen untuk memperkuat perhatian publik dan pemerintahan terhadap nilai-nilai budaya yang telah ada sejak masa prasejarah.

Pembukaan oleh Menbud menegaskan komitmen terhadap pelestarian warisan budaya sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan. Pernyataan tersebut menempatkan Festival Liangkobori sebagai arena penting untuk mempertemukan pelaku kebudayaan, pemerhati sejarah, dan pelaku pariwisata.
Menguatkan pelestarian warisan prasejarah
Dalam sambutannya, Menbud Fadli Zon menyoroti perlunya langkah sistematis untuk menjaga situs dan artefak prasejarah agar tidak rusak oleh waktu maupun aktivitas manusia. Penekanan pada pelestarian mencakup perlindungan fisik situs, peningkatan kesadaran masyarakat, dan dukungan kebijakan yang memfasilitasi upaya konservasi. Festival Liangkobori IV dianggap sebagai sarana untuk menyuarakan pentingnya langkah-langkah tersebut kepada publik yang lebih luas.
Mendorong pariwisata budaya yang berkelanjutan
Selain aspek pelestarian, Menbud juga menekankan pengembangan pariwisata yang berlandaskan budaya lokal. Pendekatan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi komunitas setempat tanpa mengorbankan nilai-nilai historis dan ekologis. Festival seperti Liangkobori dapat membuka peluang promosi yang bertanggung jawab, di mana pengunjung memperoleh pengalaman edukatif sementara masyarakat lokal memperoleh manfaat nyata dari kegiatan ekonomi budaya.
Peran komunitas dan pemangku kepentingan
Festival Liangkobori IV juga menunjukkan pentingnya kolaborasi pemerintah, pemangku kepentingan lokal, serta komunitas adat atau masyarakat setempat. Pelestarian warisan prasejarah tidak hanya menjadi tugas institusi formal, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat dalam menjaga dan mewariskan tradisi serta situs bersejarah. Keterlibatan komunitas dapat terwujud melalui partisipasi dalam pelestarian, pengelolaan pariwisata, dan pendidikan budaya bagi generasi muda.
Festival sebagai ruang edukasi dan promosi
Sebagai sebuah festival, Liangkobori hadir tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai ruang edukasi untuk mengenalkan nilai-nilai prasejarah kepada khalayak yang lebih luas. Acara seperti ini berpotensi memperkaya pengetahuan publik tentang sejarah lokal dan mendorong apresiasi yang lebih mendalam terhadap warisan budaya. Dengan demikian, festival menjadi salah satu instrumen untuk menghubungkan pelestarian dengan pengembangan ekonomi lokal melalui pariwisata budaya.
Langkah yang ditekankan oleh Menbud Fadli Zon saat membuka Festival Liangkobori IV menegaskan bahwa perlindungan warisan prasejarah dan pengembangan pariwisata budaya harus berjalan beriringan. Pendekatan yang seimbang diharapkan dapat menjaga kelestarian situs-situs bersejarah sambil menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Muna dan sekitarnya.
